Pengertian Pengawasan Secara Umum

Pengertian Pengawasan Secara Umum

Dalam organisasi yang sehat dan  modern pengertian pengawasan sangatlah penting

hal ini karena pengawasan merupakan aspek penting yang harus ada di setiap organisasi.

Sebagaimana kita ketahui bahwa fungsi dari manajemen organisasi sebagai fungsi planning atau perencanaan.

Fungsi organizing atau pengorganisasian, ketiga fungsi actuating atau aktualisasi dan keempat fungsi controlling atau pengawasan.

Pengertian secara umum dari pengawasan merupakan proses pengamatan, penentuan standar kerja, untuk memastikan agar segala aktivitas dalam organisasi dapat terlaksana sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya.

Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen yaitu controlling.

Syarat sukses suatu organisasi harus menerapkan 4 aspek yaitu POAC tadi.

Pengertian pengawasan menurut para ahli tentunya berbeda, tergantung dari sudut pandang mana ahli tersebut mendefinisikan.

Definisi merupakan batasan batasan yang diberikan terhadap suatu istilah.

Winardi adalah upaya memastikan hasil actual ( sebenarnya ) sesuai dengan hasil yang direncanakan, aktivitas pengawasan ini dilakukan oleh seorang manajer.

Menurut Baru Swasta memberikan definisi pengawasan adalah suatu fungsi atau instrumen yang menjamin bahwa kegiatan organisasi dapat berjalan dan memberikan hasil sesuai dengan apa yang diinginkan.

Menurut Komaruddin pengawasan merupakan perbandingan antara perencanaan actual dan langkah awal dalam perbaikan.

Setelah mengetahui mengenai apa itu pengawasan serta definisi pengawasan yang dikemukakan oleh para ahli, selanjutnya kita akan membahas mengenai fungsi pengawasan.

Fungsi yang pertama adalah sebagai indicator bagi manajer untuk mengetahui sejauh mana program kerja terlaksana, dan sejauh mana progress yang telah dicapai dalam rangka pencapaian tujuan yang telah direncanakan.

Kedua untuk mengetahui apabila terjadi miss komunikasi antar staff mengenai Tupoksi yang harus dilakukan.

Ketiga, sebagai alat untuk mengukur kinerja.

Keempat untuk mengetahui penyebab dari penyimpangan yang terjadi untuk selanjutnya dilakukan evaluasi.

Kelima,  untuk mengetahui apakah sumber daya yang ada telah dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

Keenam, untuk mengetahui staf atau pegawai mana yang layak dipromosikan, penghargaan, atau bahkan pegawai yang perlu mendapatkan pelatihan lebih lanjut.

Demikian pembahasan mengenai pengawasan semoga bermanfaat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *